Follow Us!

Sosialisasi Peraturan Adat Dan Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kkp Kepulauan Asia Dan Ayau

Sosialisasi Peraturan Adat Dan Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kkp Kepulauan Asia Dan Ayau

Dilaporkan Oleh: Bertha Matatar* & Rens Lewerissa**

Ditulis Oleh: Nikka Gunadharma***

At least 75 participants from nine villages within Asia and Ayau Islands MPA attended the event held on 27th of January 2021. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Sekurang-kurangnya 75 partisipan dari sembilan kampung di dalam KKP Kepulauan Asia dan Ayau mengikuti kegiatan sosialisasi hari itu. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

Pada akhir bulan Januari 2021 lalu, sebuah tim yang terdiri dari Dewan Adat Suku (DAS) Maya Raja Ampat, Conservation International (CI) Indonesia, Yayasan Penyu Papua (YPP), dan Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kepulauan Raja Ampat bekerjasama dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi peraturan adat dan pendidikan lingkungan hidup (PLH) untuk beberapa kampung di dalam kawasan KKP Kepulauan Asia dan Ayau.

Sosialisasi yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2021 ini merupakan tindak lanjut dari acara tutup sasi dan peluncuran peraturan adat (Perdat) yang digelar di Pos Pengawasan Jaga Laut di Wayag, Suaka Alam Perairan (SAP) Kepulauan Waigeo Sebelah Barat, pada tanggal 03 November 2021 lalu (artikel kegiatan dapat dibaca melalui tautan ini). Adapun aturan yang dimaksud adalah Perdat DAS Maya Raja Ampat tentang Perlindungan Pulau Wayag dan Pulau-pulau Sekitarnya Termasuk Ekosistem Biota di Dalamnya.

Chief of Raja Ampat Maya Tribe’s Council and Raja Ampat Program Manager from CI Indonesia, Kristian Thebu, addressed the Customary Regulation on the Protection of Wayag and Surrounding Islands Including the Ecosystem of Biotas Within It to the audiences. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Ketua DAS Maya Raja Ampat dan Raja Ampat Program Manager dari CI Indonesia, Kristian Thebu, sedang memaparkan substansi dari Perdat DAS Maya Raja Ampat tentang Perlindungan Pulau Wayag dan Pulau-pulau Sekitarnya Termasuk Ekosistem Biota di Dalamnya. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

Ketua DAS Maya Raja Ampat sekaligus Raja Ampat Program Manager dari CI Indonesia, Kristian Thebu, ketika ditanya mengapa kegiatan kali ini diadakan di KKP Kepulauan Asia dan Ayau mengonfirmasikan, “Karena masyarakat Ayau merupakan salah satu pengakses dari sumber daya laut yang ada di Wayag, khususnya terkait penangkapan penyu.”

Sebagai informasi, pernyataan terkait penangkapan penyu tersebut di atas didasari oleh beragam laporan dari pemangku kepentingan yang disampaikan kepada pengelola kawasan dan/atau aparat keamanan selama beberapa tahun belakangan ini.

Representative from Penyu Papua Foundation, Yusuf Aitem, conveyed his presentation on turtles and some other marine biotas in Raja Ampat protected under laws and regulations. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Perwakilan dari Yayasan Penyu Papua, Yusuf Aitem, memberikan paparan mengenai penyu dan juga beberapa satwa liar yang ada di Raja Ampat, yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di Kampung Dorehkar dan, selain masyarakat kampung tersebut, dihadiri oleh anggota masyarakat dari beberapa kampung seperti Runi, Boiseran, Yenkafan, Yenkawir, Meosbekwan, Rutum, Reni, dan Abidon. Anggota masyarakat yang menghadiri kegiatan ini juga meliputi pemerintah, ketua adat, dan juga tokoh-tokoh agama dari masing-masing kampung, serta perwakilan dari pemerintahan Distrik Ayau, dan perwakilan dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Discussion during the socialization event in Ayau and Islands MPA. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Suasana sesi diskusi dalam kegiatan sosialisasi di KKP Kepulauan Asia dan Ayau yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2021. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

Secara keseluruhan, kegiatan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 75 partisipan ini berjalan dengan lancar mulai dari sesi pembukaan, pemaparan dari Ketua DAS Maya Raja Ampat dan perwakilan dari YPP, sesi tanya jawab, hingga kepada sesi penutupan yang segera dilanjutkan dengan makan siang bersama. Selain sosialiasi Perdat, kegiatan ini juga dipergunakan untuk menyegarkan kembali ingatan masyarakat mengenai KKP Kepulauan Raja Ampat termasuk KKP Kepulauan Asia dan Ayau.

Environmental education event, held one day prior to the socialization event, in Dorehkar Village emphasized the importance of MPA for the protection of nature and the community’s well-being. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Kegiatan PLH yang diselenggarakan sehari sebelum kegiatan sosialisasi di Kampung Dorehkar ini mengetengahkan tema pentingnya KKP untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di KKP Kepulauan Asia dan Ayau. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

Kepala Adat wilayah Ayau, Niklas Umpes, menyepakati bahwa Perdat ini akan mengurangi tingkat pemanfaatan satwa liar yang dilindungi di Raja Ampat secara keseluruhan seraya melanjutkan, “Kami (masyarakat di Ayau) menyambut baik diberlakukannya Perdat ini. Harapannya adalah (Perdat seperti ini) bukan hanya masyarakat Kawe (masyarakat adat di Wayag, pen.) saja yang buat seperti itu, kami masyarakat Ayau juga mau buat seperti itu di tong pu alam.”

Sehari sebelum kegiatan sosialisasi, yaitu pada tanggal 26 Januari 2021, penyelenggara kegiatan mengadakan kegiatan PLH bagi tidak kurang dari 90 peserta yang terdiri dari siswa/i kelas 1 hingga 6 dari Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Silo Dorehkar.

CI Indonesia’s Bertha Matatar briefed the participants on the environmental education-related game on the 26th of January, 2021. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Bertha Matatar dari CI Indonesia sedang menjelaskan permainan bagi siswa/i peserta PLH di Kampung Dorehkar, tanggal 26 Januari 2021. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

PLH hari ini mengetengahkan beberapa topik sekaligus, yaitu: pengantar mengenai KKP Kepulauan Raja Ampat; deskripsi mengenai KKP Kepulauan Asia dan Ayau, serta; pentingnya keberadaan KKP bagi kelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat di Ayau. Materi pelajaran tersebut dilanjutkan dengan permainan yang relevan dengan topik-topik yang disampaikan bagi anak-anak peserta didik.

Rampung dari KKP Kepulauan Asia dan Ayau, tim penyelenggara melanjutkan kegiatan sosialisasi di Kampung Manyaifun, Distrik Waigeo Barat Kepulauan pada tanggal 29 Januari 2021. Sosialisasi lanjutan ini dihadiri oleh 12 partisipan sebagai perwakilan dari pemerintah kampung, masyarakat adat, dan juga institusi agama di sana.

From Asia and Ayau Islands MPA, the organizer continued the socialization to Manyaifun Village on the 29th of January, 2021. (Photo by: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).
Selesai dari KKP Kepulauan Asia dan Ayau, kegiatan sosialisasi dilanjutkan di Kampung Manyaifun pada tanggal 29 Januari 2021. (Foto Oleh: Rens Lewerissa-CI Indonesia/2021).

*          Bird’s Head Seascape Capacity Building Coordinator dari CI Indonesia

**         Raja Ampat Communication & Outreach Officer dari CI Indonesia

***       Raja Ampat Communication & Outreach Coordinator dari CI Indonesia

 

About the Author