Follow Us!

MENYELAM DI MANTA SANDY? KAMU PERLU TAHU INI TERLEBIH DAHULU! Penulis: Meidiarti Kasmidi & Nikka Amandra Gunadharma

MENYELAM DI MANTA SANDY? KAMU PERLU TAHU INI TERLEBIH DAHULU!

Penulis: Meidiarti Kasmidi & Nikka Amandra Gunadharma

Satu hari yang cukup ‘tenang’ di Pos Pengawasan Manta Sandy. (Foto oleh: Meidiarti Kasmidi-CI Indonesia/2017)

Sudah merencanakan liburan ke Raja Ampat? Dan apakah Manta Sandy masuk di dalam rencana Anda? Sebagaimana telah kita ketahui, Manta Sandy adalah salah satu situs penyelaman paling ‘sibuk’ di Raja Ampat. Nah, sebelum kamu memakai wetsuit dan menyelam di dalam birunya air laut Raja Ampat, berikut adalah beberapa informasi penting yang perlu diketahui oleh operator wisata, dan: Anda tentunya!

Seperti halnya situs-situs penyelaman lain di Raja Ampat, Manta Sandy termasuk ke dalam Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Selat Dampier; salah satu dari lima KKP yang ada di Raja Ampat: Ayau-Asia; Teluk Mayalibit; Misool, dan; Kofiau-Boo. Semua KKP tersebut merupakan bagian integral dari Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Raja Ampat, yang dikelola oleh sebuah unit yang bernama Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Dinas (BLUD-UPTD) KKPD Raja Ampat.

Kembali ke Manta Sandy. Semenjak Juni 2017 lalu, melalui kolektif yang terdiri atas entitas pemerintah dan non-pemerintah yang tergabung ke dalam Kelompok Kerja (POKJA) Manta, Manta Sandy telah dikelola secara kolektif –dan sukarela, oleh masyarakat dari kampung-kampung di sekitar situs penyelaman ini. Para sukarelawan tersebut menamai dirinya Kader Manta, dan bertugas di Pos Pengawasan Manta Sandy.

Beragam materi komunikasi yang disediakan di Pos Pengawasan Manta Sandy. Silahkan diambil: gratis! (Foto oleh: Meidiarti Kasmidi-CI Indonesia/2017)

Para Kader Manta berkewajiban untuk menerapkan Prosedur Operasional Standar, dan juga menginformasikan semua hal yang perlu diketahui mengenai beberapa Code of Conduct yang telah disepakati. Pada dasarnya, berikut ini adalah Prosedur yang wajib untuk ditaati oleh semua wisatawan dan operator wisata tanpa kecuali:

  1. Pertama-tama, operator wisata Anda mesti melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum Anda beraktivitas di Manta Sandy setidak-tidaknya satu hari sebelum Anda beraktivitas. Di masa yang akan datang, jika Pos Pengawasan Manta Sandy sudah lebih siap, reservasi mesti dilakukan selambat-lambatnya tiga hari sebelum aktivitas. Reservasi ini bisa dilakukan melalui telepon atau layanan pesan singkat ke nomor +62-823-99662030 (Mr. Esron) atau +62-822-38888529 (Mr. Linus), atau menghubungi Pos langsung melalui radio di frekuensi: 143100 MHz;
  2. Setelah Anda memperoleh reservasi, ketika Anda tiba di Pos Pengawasan Manta Sandy, Anda dan anggota rombongan mesti menunjukkan Kartu Jasa Lingkungan (KJL) kepada Kader Manta yang sedang bertugas di sana;
  3. Setelah pemeriksaan KJL, bersabarlah untuk menunggu izin dari Kader Manta yang sedang bertugas. Setelah izin diberikan, Anda tahu apa yang mesti dilakukan: bersenang-senang, dan berhati-hatilah dalam beraktivitas!
  4. Dalam sesi aktivitas Anda, speedboat tentunya akan menurunkan Anda dan rombongan di satu titik, bukan? Sebelum menurunkan Anda, Skipper dan/atau Pemandu Selam/Snorkel Anda mesti mempertimbangan dengan serius kondisi arus pada saat itu. Kondisi arus juga mesti menjadi bahan pertimbangan untuk memperkirakan titik penjemputan bagi Anda dan rombongan nanti;
  5. Hal yang sama mesti diterapkan dalam penjemputan, Skipper dan/atau Pemandu Selam/Snorkel mesti mempertimbangkan kondisi arus terkini di sekitar Manta Sandy sebelum Anda dan rombongan naik kembali ke speedboat; dan
  6. Memberikan umpan balik kepada Kader Manta yang sedang bertugas mengenai berapa jumlah Pari Manta yang Anda dan rombongan temui selama beraktivitas di Manta Sandy.

Prosedur Operasional Standar yang diterapkan di Manta Sandy juga mencakup aturan-aturan sebagai berikut:

  • Liveaboards atau kapal berukuran besar lainnya dilarang memasuki perairan di sekitar Manta Sandy, jadi operator mesti menyediakan speedboat atau kapal berukuran sejenis lainnya bagi Anda untuk mencapai Manta Sandy dan Pos Pengawasannya;
  • Jumlah maksimal speedboat atau kapal berukuran sejenis lainnya yang diperbolehkan untuk bertambat secara bersamaan di Titik Tambat Manta Sandy adalah empat buah;
  • Prosedur Operasional Standar di Pos juga menetapkan dua lapisan di perairan sekitar Manta Sandy:
    • Lapisan Pertama: Kecepatan maksimal yang diperbolehkan bagi speedboat atau kapal berukuran sejenis adalah tidak lebih dari 5 knot untuk radius 0,1 meter hingga 30 meter dari situs penyelaman Manta Sandy;
    • Lapisan Kedua: Kecepatan maksimal yang diperbolehkan bagi speedboat atau kapal berukuran sejenis adalah tidak lebih dari 8 knot untuk radius 30,1 meter hingga 70 meter dari situs penyelaman Manta Sandy.
  • Jumlah maksimal gabungan antara penyelam dan penggiat snorkeling yang diperbolehkan beraktivitas di Manta Sandy adalah tidak lebih dari 20 orang dalam satu waktu yang bersamaan.

 Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pos Pengawasan Manta Sandy dari anggota POKJA Manta, silahkan hubungi:

  1. Bapak Fikri (+62-852-42020251) dari Dinas Pariwisata Raja Ampat;
  2. Bapak Arnaud (+62-812-48407301) dari Raja Ampat SEA Centre; atau
  3. Ibu Meidi (+62-811-4835033) dari Conservation International Indonesia.

    Salah satu hari yang ‘sibuk’ sembari ‘ditemani’ sampah-sampah di bawah perairan Manta Sandy pada tahun 2013 lalu. Pengelolaan sampah yang tepat merupakan suatu kebutuhan yang teramat mendesak di Raja Ampat. (Foto oleh: Shawn Heinrichs-CI Indonesia/2013)

    POKJA Manta juga menyediakan beberapa poster (lihat di bawah) mengenai Prosedur Operasional Standar dan Code of Conduct. Poster ini tersedia di pos pemantauan.

  4. Prosedur Operasional Standar di Manta Sandy

    Aturan Berinteraksi dengan Manta di Manta Sandy untuk Penyelam

    Aturan Berinteraksi dengan Manta di Manta Sandy untuk Penggiat Snorkeling

    Manta 101 – Fakta Unik yang Harus Kamu Tahu Tentang Manta

    Raja Ampat – Pionir Perlindungan Manta di Indonesia

Meidiarti Kasmidi adalah Koordinator Pariwisata Berkelanjutan dan Mata Pencaharian Papua Barat unkut Konservasi Internasional, Indonesia.
Nikka Amanda Gunadharma adalah Koordinator Komunikasi & Penjangkauan Papua Barat unkut Konservasi Internasional, Indonesia.

About the Author