Follow Us!
Explore PDFs and information about current and past research topics. Study all of the research data from the region.

<< RETURN TO LIBRARY INDEX
NameSizeHits
Excerpt On Sea Surface Temperature Monitoring From BHS EBM Publication 260.8 KiB | February 26, 2014
Author(s): Mark Erdmann; Gandi Purba; Christine Huffard
Tags:
Description: Since 2005, scientists from Universitas Negeri Papua (UNIPA) and CI have maintained 78 temperature loggers placed throughout the BHS in areas with live coral, at depths of 1-3m and 15-20m. The practical goals of this initiative are 1) to describe the temperature tolerance of living corals, and 2) identify areas with temperature conditions that are good for long-term coral reef survival.
201
Excerpt On Sea Surface Temperature Monitoring From Final BHS EBM II Report 89.3 KiB | March 12, 2014
Author(s): Mark Erdmann; Gandi Purba
Tags:
Description: Sea Surface Temperature (SST) is one of the primary oceanographic factors controlling the development and growth of coral reefs. Significant variances in SST (such as those predicted as a consequence of global climate change) are known to cause significant stress, coral bleaching, and even mass mortality in reef corals....By continuing this SST monitoring, we can measure long-term trends in the SST pattern as well as the impact of El Niño and La Niña events, which have been associated with mass coral bleaching, on SST in the BHS. In addition, we plan to transfer the dataset and monitoring program to the State University of Papua in Manokwari (UNIPA) as a capacity-building initiative.
287
Ketahanan Karang Menghadapi Kenaikan Suhu Permukaan Laut Guna Penentuan Kawasan Konservasi Laut Di Teluk Cendrawasih 147.8 KiB | March 4, 2014
Author(s): Gandi Purba; Roni Bawole; MV Erdmann; Chris Rotinsulu; Erdi Lazuardi; Thomas Pattiasina
Tags:
Description: Berbagai upaya pengelolaan terumbu karang yang telah dilakukan oleh beberapa lembaga internasional maupun nasional. Bahkan pada skala lokal (pemerintah daerah) telah
menetapkan Kawasan Konservasi Laut (KKL) untuk menjamin pemanfaatan yang lestari terhadap sumberdaya karang. Namun demikian upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena penetapan lokasi KKL masih dilakukan secara konvensional berdasarkan kriteria ekologis (karang yang sehat), sosek, kelembagaan dan peraturan perundangan yang berlaku, serta aspek budaya masyarakat. Pendekatan-pendekatan ini tidak selamanya berhasil dalam jangka panjang karena lokasi-lokasi KKL pada beberapa tempat karangnya secara alamiah telah mengalami kerusakan, misalnya Kepulauan Padaido, Raja Ampat, Takabonerate, dan lain-lain. Para pencetus KKL saat itu belum menganggap efek Pemanasan Global sebagai gejala universal yang harus dicermati dan faktor yang dapat menghancurkan karang pada lokasi-lokasi KKL. Pengaruh Pemanasan Global ini telah mendorong kenaikan Suhu Permukaan Laut (SPL) yang pada tahap berikut bersifat mematikan karang akibat terganggunya simbiosis mutualisme karang – zooxanthellae.
990
Penentuan Daerah Konservasi Laut Berdasarkan Informasi Suhu Permukaan Laut 159.3 KiB | March 12, 2014
Author(s): Gandi Purba
Tags:
Description: Terumbu karang adalah salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir. Ancaman kepunahan skala besar yang disebabkan oleh pemanasan suhu global menambah kecemasan
setelah kerusakan yang dilakukan manusia. Suhu sebagai syarat hidup utama karang, kenaikannya akan menyebabkan pemutihan yang pada akhirnya akan mati karena ketidakmampuan karang untuk beradaptasi. Menurut laporan NOAA Coral Reef Watch (CRW), khusus di Perairan Papua bagian utara, di tahun 1998 yang merupakan tahun terkuat
fenomena ELNINO, kenaikan suhu di sekitar Kepala Burung mencapai 20C dan Teluk Cendrawasih 10C (http://coralreefwatch.noaa.gov/satellite). Apabila peningkatan 1°C saja bertahan selama 10 minggu atau lebih, maka pemutihan pasti terjadi.
268