Follow Us!
facebook
twitter
instragram
vimeo
youtube
MENU
  • About
    • About The Bird’s Head Seascape
    • Contact Us
    • Close
  • News-Topics
    • NEWS CATEGORIES
    • Terra Papua
    • Diving
    • Conservation/Science
    • Photography
    • Regional
    • Berita Terkini
    • ReShark
    • Close
  • Galleries
  • Partners
  • Resources
    • Library Research Categories
      • Oceanography
      • Biodiversity, Taxonomy, Ecology
      • Conservation
      • Social Science & Development
    • Media, Fact Sheets & Legal
      • Media
      • Fact Sheets
      • Legislation & Legal Documents
      • About Blue Abadi Fund
      • Indonesian Publications
    • ID Database Projects
        • manta-id-action_btn

        • whaleshark-id-action_btn-300×83

        • Books & Regional Info
        • RAMPAActionButton
    • Close
  • Visitor Info
    • Diving in the Bird’s Head Seascape
    • Travel Information
    • Land Adventures, Guides, and Resorts
    • Procedures for Private Vessels
    • Close
  • Maps
    • Raja Ampat Maps
      • Wayag To Uranie
      • Kawe
      • Alyui
      • West Waigeo
      • Fam Penemu
      • Dampier Strait
      • Batanta
      • Kofiau
      • Misool
    • Triton Bay
    • Cenderawasih Bay
    • Bomberai / Fakfak
      • The Pisang Islands
      • Batu Putih
      • Fakfak and Panjang Island
      • Semai Island & Seamounts
      • Tanjung Turkanggur
      • North Teluk Sebakor
      • Karas Island & Seamounts
      • Tongerai & Toran
      • Momon
      • Cape Papisol
    • Marine Protected Areas
      • MPA: Pratinjau KKP Raja Ampat
      • MPA: Perairan Kepulauan Ayau Asia
      • MPA: Teluk Mayalibit
      • MPA: Selat Dampier
      • MPA: Perairan Kepulauan Misool
      • MPA: Perairan Kepulauan Kofiau Boo
      • MPA: Perairan Kepulauan Fam
      • MPA: Kaimana MPAs
      • MPA: Taman Pesisir Teluk Nusalasi
      • MPA: Taman Pesisir Teluk Berau
      • MPA: Jeen Womom Coastal Park
      • MPA: Cendrawasih Bay National Park
      • MPA: Kepulauan Padaido
      • MPA: KKP Maksegara (Makbon)
      • MPA: TCBFM Teluk Bintuni
      • MPA: KKP Sorong Selatan
      • MPA: Taman Wisata Perairan Raja Ampat
    • Close

Blog Post

Bird's Head Seascape > Conservation/Science > Proyek StAR dari Pandangan Seorang Shark Nanny oleh Kyra Wicaksono
0 Comment

Proyek StAR dari Pandangan Seorang Shark Nanny oleh Kyra Wicaksono

21 Feb 2024
Burt Jones
Berita Terkini, Bird's Head Seascape, Conservation, Coral Triangle, diversity, ecology, education, endangered species, environment, Indonesia, initiatives, Leopard shark, Marine Protected Area, Misool, MPA, park rangers, protected areas, raja ampat, Science, West Papua, Zebra shark

Bagi pembaca yang mungkin pernah bertanya bagaimana saya dapat memiliki pekerjaan terkeren se-dunia, seorang shark nanny, ini cerita saya:

Saya besar di kota Jakarta, kota terpadat di Indonesia, dengan akses yang sangat minim untuk mengunjungi laut atau pantai. Oleh karena itu, saya mudah terkesima saat menyaksikan kehidupan liar melalui televisi. Keinginan untuk melihat keanekagaraman alam secara langsung mendorong saya untuk mendaftar ke Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Titik penentu dalam perjalanan studi saya terjadi pada mata kuliah Ekologi Laut. Kursus ini mengharuskan saya untuk melakukan survei di Pulau Pari dengan cara snorkeling. Buruknya kualitas perairan di laut Jakarta menghalangi saya untuk melihat kehidupan bawah laut, sehingga saya memutuskan untuk mengambil lisensi selam. Singkat cerita, setelah menyelesaikan studi, saya bergabung dengan Misool Foundation pada 2018 sebagai intern, sebelum kemudian menjadi staf riset pada tahun berikutnya. 

Selama proses pengambilan lisensi selam 2017 (Kyra kedua dari kiri)

Perkenalan saya dengan Proyek StAR terjadi pada November 2021, ketika sedang melakukan Baited Remote Underwater Video (BRUV) untuk meneliti keragaman hiu dan pari di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Misool Selatan. Mengetahui minat besar dan pengalaman saya dalam konservasi hiu dan pari, Manager Dive Center di Misool Resort yang juga teman baik, Kiki, menghubungi saya terkait kesempatan ini. Pada saat itu, Proyek StAR masih dirahasiakan dan belum dikenal sebagai ReShark. Kiki kemudian menanyakan ketertarikan saya untuk peran akuaris hiu atau shark nanny di Misool. Saya dulu berpikir “ini adalah jabatan teraneh untuk dituliskan di CV” tapi tentunya, saya langsung menerima. Kesempatan untuk menjadi bagian daripada proyek inovatif repopulasi hiu, yang pertama dari sejenisnya, merupakan keistimewaan yang luar biasa. 

Selama pelatihan “shark nanny”

Langkah berikut dari perjalanan saya adalah mendapatkan pelatihan selama satu bulan di Jakarta Aquarium dan Safari (JAQS) pada Maret 2022, program yang melatih para shark nanny untuk Proyek StAR di Misool dan Kri. JAQS mengembangkan kurikulum komprehensif, mengkategorikan prosedur ke empat kelompok utama, yaitu husbandry, water quality, life support system (LSS), dan veterinary.

Video: “…pelatihan selama sebulan di Jakarta Aquarium and Safari (JAQS) bulan Maret 2022”: https://www.youtube.com/watch?v=LLPQ6DqU1Ds&t=10s

Program ini bertujuan untuk membekali para shark nanny berbagai keterampilan yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, mengamati hiu belimbing dan memenuhi kebutuhan nutrisinya, memantau dan memastikan lingkungan yang kondusif bagi setiap tahap kehidupan hiu, menguasai instalasi sistem dan pemeliharaan peralatan, menerapkan teknik penanganan hiu sesuai prosedur, serta mengumpulkan sampel biologis. Target keseluruhan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan keahlian yang melampaui tugas-tugas rutin, serta mempersiapkan peserta untuk variasi tanggung jawab yang dibutuhkan Proyek StAR. Tentunya, para nannies memiliki peran penting dalam menjalin hubungan dengan mitra global dan memfasilitasi program edukasi untuk turis mancanegara dan juga komunitas lokal. Maka, kemampuan berbahasa Inggris yang baik diperlukan untuk berkomunikasi secara efektif.

Bekerja dengan anak hiu di nursery Misool

Pasca pelatihan di JAQS, kami berhasil membangun nursery Misool hanya dalam delapan hari. Video pembangunan nursery, https://www.instagram.com/reel/C2nxYCryK4A/.

Saya kemudian kembali mendapatkan pelatihan kerja di nursery RARCC, Kri, selama satu bulan di bawah bimbingan Leah Neal dan Jack Jewell dari tim husbandry internasional. Dalam jangka waktu tersebut, kami menyambut pengiriman telur hiu pertama dari SEA LiFE Sydney Aquarium dan Shark Reef Aquarium at Mandalay Bay.

Video pengiriman telur pertama di nursery Kri, https://www.youtube.com/watch?v=XPYNuTHWjfU.  

Anda tau bagian apa yang menjadi sorotan? Kami berhasil merekam proses menetasnya hiu belimbing pertama kami, Mali, yang juga menjadi hiu keempat yang dilepaskan selama proyek ini. Setelah Mali dilepaskan, kami disibukkan dengan kegiatan mengunduh data dari 15 akustik yang terpasang di sekitar Misool Marine Reserve. 

Video pelepasan Mali –  https://www.instagram.com/reel/Cn6OgTVujk-/

Pelepasan Mali

Sampai di titik ini seringkali membuat saya teringat masa lalu ketika orang tua saya masih ragu dengan keputusan saya untuk berangkat ke Misool.

Salah satu acoustic receiver yang berada di Misool. Jangan diambil! Acoustic receiver ini digunakan untuk memonitor aktivitas hiu

Sejujurnya, saya baru memberi tahu mereka seminggu sebelum berangkat. Meminta maaf lebih mudah daripada meminta izin, bukan? Ha ha ha. Setelah enam tahun terbiasa melihat saya di rumah hanya tiga kali setahun, mereka menjadi orang tua yang sangat bangga. Mereka bahkan bercanda menyebut diri mereka sebagai “shark grand-nannies“.

Di mana saya sekarang? Dengan bahagia masih berada di Misool Resort untuk memelihara 10 telur hiu yang baru saja dikirimkan oleh tim Cairns Marine di Australia, pengiriman telur TERBESAR selama proyek ini berlangsung. Saat ini, Proyek StAR memiliki enam shark nanny: Di nursery Kri terdapat Shannon (Pekanbaru), Dolly (Sorong), Mary (Manokwari) dan Clara (Makassar), serta Agi (Jakarta) ditempatkan di Misool bersama saya.

Telur hiu di Cairns Marine, bagian dari 21 telur yang dikirimkan ke Indonesia © MV Erdmann

Video pengiriman telur terbesar, selama ini, dari tim Cairns Marine di Australia: www.instagram.com/reel/C1tU8hjPwa1/

Selain memberikan harapan yang besar untuk populasi hiu belimbing di Raja Ampat, saya yakin proyek ini juga dapat membawa dampak yang baik bagi para nanny. Julia, mantan nanny proyek StAR di Kri, sedang mengejar gelar masternya di Texas A&M University, meniliti efek parameter air terhadap pertumbuhan anak hiu belimbing di akuarium dibandingkan dengan nursery kami. Selain itu, saya juga bercita-cita untuk memperdalam pengetahuan saya di bidang konservasi laut sesegera mungkin, karena proyek ini dapat memberikan kesempatan untuk terus berkembang.

Apakah anda tertarik untuk menjadi bagian dari tim kami dan berkesempatan untuk merawat bayi hiu belimbing yang menggemaskan selagi memulihkan populasinya? Saat ini, Proyek StAR sedang membuka lowongan shark nanny dan intern bagi para Warga Negara Indonesia (WNI). Untuk informasi lebih lanjut terkait kesempatan tersebut, silahkan kunjungi situs kami di www.reshark.org/opportunities. 

Kyra mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan dan pendukung StAR project, dengan ucapan khusus kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat (Prof. Charlie Heatubun beserta tim BRIDA) untuk kesediaannya memimpin proyek pelopor, rekan kami di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk dukungannya yang memungkinkan pengiriman telur hiu belimbing yang sangat berharga, dan tentunya kepada akuarium yang menghasilkan telur-telur ini. Terima kasih juga disampaikan untuk seluruh pendukung kami (www.reshark.org/about) untuk kontribusi finansial yang menjadikan mimpi untuk memulihkan populasi hiu belimbing di Raja Ampat, sebuah kenyataan!

About the Author

Social Share

  • google-share

Twitter: @BHSeascape

Twitter feed is not available at the moment.

Tags

Berita Terkini Bird's Head Seascape Cenderawasih Bay conservation Conservation Coral Triangle cruising discovery diversity diving ecology education endangered species environment Fakfak illegal fishing Indonesia initiatives Kaimana Leopard shark mangrove Manta Ray Marine Protected Area Misool MPA news new species park rangers photography protected areas raja ampat science Science scuba shark snorkeling sustainability tourism town meetings triton bay turtle underwater photography West Papua whale shark Zebra shark

Categories

  • Berita Terkini
  • Biodiversity
  • Biodiversity/Taxonomy/Ecology
  • Biogeography
  • Birdwatching
  • Bomb Fishing
  • Cetacean
  • Conservation/Science
  • coral gardening
  • Coral restoration
  • Diving
  • Drone photography
  • Ecology
  • Education
  • Epaulette Shark aka "Walking Shark"
  • Forestry
  • Manta Ray
  • Marine Protected Area
  • media
  • Natives
  • Nelayan bom
  • Nickel Mining
  • Painting
  • Photography
  • Ranger Patrol
  • Re:wild
  • Regional
  • Research
  • ReShark
  • Rewilding
  • ReWilding a species
  • Scuba
  • Shark Ray 360
  • Snorkeling
  • StAR
  • Taxonomy
  • Terra Papua
  • Tourism
  • Training
  • Trekking
  • underwater photography
  • Underwater Videography
  • USBA Institute/Institut
  • Videography

Archives

Recent Posts

  • Rapid Coral Recovery via Symbiont Transfer from Healthy Corals by Daniel Collins, et al
  • Teamwork: Oceanic Society and The Sea People
  • Shark Ray 360: ReShark’s 2nd affiliate Project
  • ReShark Ramblings #12 by Dr. Mark Erdmann
  • Update: Chinese Diver Accused of Killing and Eating an Endangered Species from Kompas.com
  • Misool Newsletter: Season 19 has begun!
  • Jangkar-The Indonesian Liveaboard Association, A Valuable Resource
  • The ReSharker Newsletter Issue #9 by Nathaniel Soon, Et al.
  • ReShark Ramblings #11 by Dr. Mark Erdmann
  • Indigenous Community School Development by USBA Institute w/ Terra Papua (English)
  • Sekolah Adat, Bangun Sistem Regenerasi Penjaga Raja Ampat USBA Institut: Siaran Pres (Bahasa)
  • Tourism, climate puts Raja Ampat’s ‘walking shark’ under pressure
©Bird's Head Seascape, All Rights Reserved.